Jumat, 17 April 2020

Explore Doha : Day 2

Di hari kedua ini, kami berencana mengunjungi banyak tempat karena besok pagi kami harus sudah di Hammad International Airport untuk melanjutkan penerbangan ke Belanda. Jadi pagi ini, kami menuju City Center dan brunch di Noodle House.


 


Setelah itu, kami naik taksi ke Souq Waqif. Di sana kami menikmati keindahan bangunan dan berjalan memutari Souq dengan nyaman karena hari masih siang dan belum banyak pengunjung yang datang ke sana.

 




Perjalanan kami lanjutkan ke Katara Cultural Village. Mengelilingi keindahan pantai, keindaham arsitektur bangunannya dan juga Amphitheater nya.


 

 


Di perjalanan pulang, kami sengaja lewat The Pearls dan melihat keindahan bangunan di sana dan Qanat Quartier yang iconic.


 

Explore Doha : Day 1

Sejak awal kami merencanakan perjalanan ini, kami ingin menggunakan Doha Metro supaya bisa mengunjungi banyak tempat dengan cepat dan murah. Awalnya kami memang harus mempelajari jalur kereta yang dibedakan menggunakan warna.



Tujuan pertama kami adalah Villaggio. Mall cantik ini selalu menjadi tujuan kami tiap minggu untuk berbelanja saat kami masih tinggal di Doha.

 

 




Tujuan selanjutnya adalah Doha Festival City. Mall lain yang jadi pilihan Tata. Perjalanan ke arah Lusail City yang saat itu merupakan tujuan akhir kereta, harus dilanjutkan dengan naik bis. Di sana ada wahana permainan Snow Dunes dan Angry Bird World yang nampaknya belum lama dibuka. Tapi kami hanya masuk ke Angry Bird World saja karena keterbatasan waktu.

 


Menjadi Turis Di Doha selama 3 Hari


Corniche, Januari 2020 jam 7 pagi


Pada bulan Januari 2020, Saya mengantarkan Tata ke Belanda untuk study exchange di Rotterdam Business School. Kami sengaja menggunakan maskapai penerbangan Qatar Airways dan transit 3 hari di Doha lalu melanjutkan perjalanan ke Belanda. 
Kami pernah tinggal di Doha selama 7 tahun, namun kami tidak benar-benar merasa menjadi turis di sana dan menikmati keindahan Doha. Setelah meninggalkan Qatar, akhirnya kami bisa mampir ke Doha dan menikmati hari-hari kami menjadi turis di sana. Hanya 3 hari kami di sana, namun kami jadi lebih menghayati setiap pemandangan, setiap langkah kaki, dan saya pernah berjalan kaki sejauh 10 km dalam 1 hari untuk menikmati tempat-tempat ikonik di sana.



Kami memilih penerbangan malam, sehingga kami bisa mendarat pagi di Doha agar punya banyak waktu keliling Doha.




Sabtu, 27 April 2019

Hanazono Shrine Yang Tenang di Keramaian Kota



Hanazono Shrine adalah kuil Shinto yang berlokasi di jantung kota Shinjuku, Tokyo. Kuil ini didirikan pada pertengahan abad ke-17 dan merupakan salah satu kuil bersejarah di Jepang yang didirikan keluarga Hanazono pada periode Edo.

Kuil kecil ini nampak tenang di tengah kesibukan kota dan kabarnya kuil ini didedikasikan untuk Inari, Dewa kesuburan dan kesuksesan, sehingga kuil ini menjadi tempat yang banyak dikunjungi oleh pengusaha yang berdoa untuk kesuksesan usahanya.

Untuk mencapai lokasi kuil, kita akan melewati gerbang tori berwarna merah terlebih dahulu karena kuil utamanya terletak agak tersembunyi di belakang gedung-gedung di sepanjang Yasukuni Dori Avenue.


 

Hanami Di Gyoen Park, Shinjuku




Salah satu lokasi Sakura Viewing yang indah adalah di Shinjuku Gyeon National Park. Taman yang luasnya 58 hektar ini terletak dekat stasiun Shinjuku dan memberikan pemandangan indah saat Sakura bermekaran.

Awalnya taman tersebut merupakan kediaman Naito pada periode Edo.Setelah itu, taman ini dikelola oleh Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang dan saat ini menjadi taman nasional yang menjadi yuridiksi Kementrian Lingkungan Hidup.



Cherry Blossom Viewing (Hanami) di Meguro River



Saat musim semi, bunga sakura yang cantik bermekaran memenuhi taman-taman di Jepang. Salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi adalah Meguro river yang memberikan pemandangan cantik. Sungai ini memiliki panjang 7,82 km dan melalui Setagaya, Meguro dan Shinagawa.

Selama seminggu dalam setahun, Meguro River selalu dipadati oleh pengunjung yang ingin menyaksikan keindahan bunga sakura, jika tidak ingin berdesak-desakan, sebaiknya berangkatlah lebih pagi agar bisa menyaksikan keindahan bunga tersebut.



Perayaan hanami ini, dipercantik dengan adanya lampu-lampu hias berwarna merah muda yang dipasang di pinggir sungai.




Memperjuangkan Mimpi Untuk Sekolah di Negara Sakura



Sophia University



Kira-kira setahun lalu Anggi memutuskan untuk melanjutkan program master di UGM Yogyakarta. Keinginannya untuk melanjutkan S2 ke negara Jepang sudah sejak lama dia impikan. Namun ayahnya hanya mengijinkan jika dia berhasil mendapatkan beasiswa. Namun untuk mendapatkan beasiswa, bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan proses yang cukup panjang.

Awalnya Anggi mencari universitas di Jepang yang sesuai dengan bidang yang ingin dipelajari yaitu Environmental Studies. Tapi Universitas yang menawarkan program ini tidak masuk dalam list universitas atau jurusan yang bisa mendapat beasiswa dari dalam negeri.

Pilihan Anggi jatuh pada Sophia University Tokyo yang menawarkan beasiswa kelas internasional (pengantarnya adalah bahasa Inggris) untuk jurusan Global Environmental Studies. Proses pendaftaran hanya membutuhkan nilai TOEFL, dan transkrip nilai dari Universitas terbaik di Indonesia. Proses seleksi membutuhkan waktu hampir 1 tahun dan Anggi sempat terdaftar sebagai mahasiswa S2 di Geo Info UGM selama 1 semester.

Dan akhirnya, Anggi berhasil lolos seleksi sebagai mahasiswa pasca sarjana sekaligus mendapat beasiswa tuition fee. Dalam perkembangannya, Anggi mendapatkan beasiswa lain untuk living cost dari MEXT.

Setelah proses registrasi yang agak rumit, akhirnya Anggi kembali ke Tokyo namun bukan untuk berlibur tapi melanjutkan sekolahnya. Dia berangkat pertengahan Maret 2019 dan mulai kuliah tanggal 2 April 2019.

Ada satu hal yang membanggakan, Anggi adalah mahasiswa Indonesia satu-satunya dan yang pertama ada di jurusan Global Environmental studies sejak jurusan ini ada di Sophia University, sehingga sempat diperbincangkan beberapa profesor dan karyawan.

Selamat belajar, Anggi. We proud of you.