Sabtu, 18 April 2020

Day 11: Keliling Rotterdam Menggunakan Trem

Di Rotterdam hampir semua transaksi menggunakan kartu. Saya yang memegang cash akhirnya harus rela menggunakan kartu kredit untuk membayar makanan dan membeli tiket trem.
Pagi ini, kami brunch di Pizza Domino, dan saya harus membayar menggunakan kartu kredit hanya untuk membayar sebesar 10 euro.


Setelah brunch, kami ke stasiun untuk membeli kartu trem harian dan mulailah perjalanan kami menuju beberapa tempat dan membeli oleh-oleh karena waktu kami di Rotterdam tinggal 2 hari lagi.


Day 10: Lingehaven, Gorinchem

Ada satu tempat di Gorinchem yang ingin kami kunjungi, yaitu daerah Lingehaven yang merupakan pelabuhan di sana. Jadi hari ke 10 ini, kami kembali ke Gorinchem dengan menggunakan kereta. Di stasiun, kami dijemput Opa dan langsung diajak ke sana.

Opa membawa kami ke Peterburg untuk mengambil beberapa foto karena latar belakang rumah-rumah di pinggiran kanal memberi kesan indah di lokasi tersebut.

 

Setelah itu, kami dibawa ke tepi pantai, melihat kapal kargo yang melintas di pelabuhan dan segera kembali ke mobil karena angin laut dan hawa yang dingin membuat kami tidak betah lama di luar mobil.

 

Day 9: Rotterdam




Saatnya Kami bergabung dengan Tata di Student Hotel, tempat Tata akan tinggal sampai Juni 2020. Kami memang sengaja memilih hotel yang sama dengan tempat Tata menyewa kamar. Fasilitas dan harga kamar memang berbeda antara kami yang menyewa harian dan dengan para mahasiswa yang menyewa bulanan.

Kami pindah dari Gorinchem ke Rotterdam, diantar oleh Marcus, Marinie dan Mbak Elly. Kebetulan Marcus dan Marinie ada acara di Rotterdam sehingga mbak Elly sementara ditinggal di hotel dan akan dijemput sekaligus dinner bersama.

Untuk mengisi waktu, mbak Elly mengajak saya jalan-jalan ke Lijnbaan. Masalahnya adalah kami berdua tidak tahu pasti seberapa jauh jaraknya dari hotel kami. Berbekal google map, kami berdua jalan kaki dan ternyata bukan main jauhnya. Belum lagi pakai acara kesasar karena loading mapnya lambat (saya baru menyadari kalau selama perjalanan dengan mbak Elly, selama 3 jam, saya menempuh lebih dari 12 km).

Setelah menempuh cukup jauh, akhirnya kami sampai di Cube House. Kalau beberapa hari sebelumnya kami mengambil foto Cube House dari arah Depan, kali ini kami mengambil foto Cube House dari sisi yang lain.



Setelah itu kami ke Markthal, masuk ke dalamnya untuk melihat-lihat toko-toko yang ada di sana, namun suasana yang berdesak-desakan membuat kami tidak nyaman dan kami memilih segera keluar dari sana.

 

Kami kemudian berjalan terus sampai Lijnbaan, membeli beberapa keperluan mbak Elly dan terus berjalan sampai Beursplein yang memiliki jejeran toko-toko barang berkelas.

 

Akhirnya setelah puas berjalan-jalan, kami kembali ke hotel dan bersiap dijemput Marcus untuk makan malam di Chinatown.

Day 8: Visit Kleve, Germany

Di hari ke 8, Tabitha dan Jan mengajak kami menginap di rumah mereka yang terletak di kota Ede agar keesokan harinya kita bisa berangkat pagi ke perbatasan Jerman untuk berjalan-jalan mengunjungi Kleve, kota di Jerman yang letaknya tidak terlalu jauh dari Ede yaitu sekitar 8 km dari perbatasan Belanda.





Di Kleve ada beberapa lokasi yang menjadi icon kota tersebut, seperti

Denkmal des Groben Kurfuersten


Monumen ini adalah patung Wilhelm I Von Brandenburg yang dikenal dengan sebutan Duke of Prusia. Beliau memerintah Kleve dari 1640 sampai 1688. Patung ini diresmikan oleh Wilhelm II pada tahun 1909 yang merupakan Kaisar Jerman terakhir.















Lohengrinbunnen



Patung ini sebenarnya adalah sebuah air mancur. Seringkali disebut juga sebagai Elsa Fountain. Kabarnya patung ini menggambarkan kisah sedih seorang putri yang menikah dengan seorang ksatria dan sang putri diminta untuk tidak pernah menanyakan nama dan asal ksatria tersebut, namun setelah mereka memiliki 3 orang putra, mereka mulai mempertanyakan asal usul sang ayah. Dan saat sang ksatria menjawab siapa dia dan darimana dia berasal, saat itu pula sang ksatria harus meninggalkan mereka untuk selamanya.


Schuesterken


Beberapa dekade yang lalu Kleve terkenal dengan sebutan Kota Sepatu Nomor Satu oleh sebab itu, patung ini dibuat untuk mengenang para pembuat sepatu yang selalu bersiul dalam perjalanan mereka ke tempat kerja.















Selain patung-patung yang iconic tersebut, Kleve juga memiliki sederetan toko-toko dengan brand terkenal di sepanjang jalan. Untungnya ada Jan yang dengan sabar jadi pemandu wisata sekaligus orang yang bersedia membawakan tas-tas belanja kami :)


 



Ada Pasar Senin Di Gorinchem

Saya menyebut pasar Senin, karena pasar kaget ini hanya ada setiap hari Senin di Centrum, Gorinchem. Pedagang di pasar senin rata-rata berasal timur tengah yang terkadang menyapa menggunakan bahasa Indonesia. Barang-barang yang dijual biasanya bahan makanan segar seperti sayur, buah, ikan dan juga bunga. Pasar ini hanya buka mulai pagi sampai siang saja, dan baru akan buka lagi senin minggu depannya lagi.


 


Senin ini, Opa Oma mengajak kami ke pasar Senin untuk membeli bunga karena beliau berdua ingin mengajak saya nyekar ke makam Oma buyutnya Aya yang merupakan generasi pertama keluarga mereka yang menetap di Belanda.


 


Day 7: Visit Grote Mark, Antwerp Belgium

Hari ini, Anita dan Hesdy mengajak kami jalan-jalan ke Belgium. Tepatnya ke Grote Mark di Antwerp. Berita mengenai Covid19 yang baru mulai mulai merebak di akhir Januari membuat kami harus membatasi perjalanan kami untuk menghindari tertular dan ditutupnya kota-kota besar yang awalnya ingin kami kunjungi. Apalagi Aya agak batuk karena alergi cuaca dingin dan lembab. Jadinya kami harus cukup puas bisa sampai Antwerp saja.


 

Kami sampai di Grote Mark yang kebetulan saat itu sedang di renovasi. Mungkin dengan adanya berita covid19 menurunkan jumlah wisatawan yang datang dan saat itu dianggap menjadi waktu yang tepat untuk renovasi, karena beberapa tempat wisata di sekitar Grote Mark juga direnovasi.


 


Selain Grote Mark yang iconic di sana, Belgium juga terkenal dengan coklatnya. salah satunya adalah Leonidas. Coklatnya memang enak, tidak mudah leleh atau berubah warna saat dimasukan kulkas. Harganya memang agak 'bunyi' tapi kualitasnya memang bagus.


 

Day 6: Mengunjungi Breda


 

Mengunjungi Breda sebenarnya bukan tujuan utama jalan-jalan kami, namun kota ini dilewati saat perjalanan kembali ke Gorinchem, jadi tidak ada salahnya kami mampir ke sana.

Breda adalah salah satu kota di Belanda yang terletak di sebelah selatan dan merupakan kota terbesar nomor 9 di Belanda. Kota ini menyenangkan dikunjungi saat akhir pekan. Kota ini memiliki deretan toko-toko pakaian dan restaurant dan kafe dengan konsep terbuka.