Sabtu, 18 April 2020

Day 6: Mengunjungi Breda


 

Mengunjungi Breda sebenarnya bukan tujuan utama jalan-jalan kami, namun kota ini dilewati saat perjalanan kembali ke Gorinchem, jadi tidak ada salahnya kami mampir ke sana.

Breda adalah salah satu kota di Belanda yang terletak di sebelah selatan dan merupakan kota terbesar nomor 9 di Belanda. Kota ini menyenangkan dikunjungi saat akhir pekan. Kota ini memiliki deretan toko-toko pakaian dan restaurant dan kafe dengan konsep terbuka.






Day 5: Mengantar Tata ke Rotterdam

Tata baru akan masuk Student Hotel pada tanggal 1 Februari 2020, namun dia sudah ingin segera bergabung dengan teman-temannya. Jadilah kami mengantarkan dia ke Rotterdam pada hari ke 5 kami di Belanda.
Sebelum berangkat, kami berjalan-jalan dulu ke Piazza sekedar mencari cemilan dan kebutuhan Tata saat di Rotterdam. Kebetulan matahari sedang bersinar sehingga ada sedikit kehangatan saat kami berjalan-jalan.

 

Dengan diantar Marcus dan Mbak Elly, kami berangkat dari Gorinchem siang hari saat Marcus off dari kerjanya dan menempuh 45 menit untuk sampai di Rotterdam.
Sebelum sampai ke Dorm teman-temannya Tata, kami mampir Cube House untuk foto-foto dan juga mengambil foto dengan latar belakang Willemburg.



Gorinchem Day 4: It's Family Time

Keluarga saya yang tinggal di Belanda adalah keluarga dari sisi ibu saya. Mereka tinggal di sana turun temurun hingga 4 generasi. Saya tidak mengenal semua keluarga besar yang tinggal di sana karena masing-masing sudah berkeluarga dan pindah di kota yang berbeda, namun kita tahu bahwa kita bersaudara hanya saja kita tidak dekat.

Hari ke 4 kami di Gorinchem adalah hari Minggu. Mbak Elly membuat bakso dan beberapa makanan Indonesia lain karena biasanya setiap hari minggu, adik-adik mbak Elly akan datang dan kami akan makan bersama sambil ngobrol.

Yang pertama datang adalah Oma dan Opa, lalu Marcus dan Marinie, Tabitha dan Jan, Anita dan Hesdy, Prisilla dan Martijn juga Amy dan Riley serta Thress dan Chimene.

 





Jumat, 17 April 2020

Visit Kinderdjik: Day 3

Hari ke 3, Mbak Elly mengajak kami jalan ke Centrum untuk melihat pusat kota Gorinchem. Aya sudah sejak awal mengeluh karena anak ini anak rumahan banget yang menganggap kamar adalah tempat ternyaman di dunia.
Memang melelahkan berjalan sekitar 3 km di suhu 1 derajat celcius. Jadi kami beberapa kali berhenti di toko sekedar mencari kehangatan.

 


Sepupu saya yang lain, mbak Thress akan menjemput kami di Centrum untuk pergi ke Kinderdijk.
Kinderdijk adalah sebuah desa di wilayah Belanda bagian selatan. Desa ini terkenal karena memiliki kincir angin abad 18 yang iconic. Sejak 1997, Kinderdijk ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Sampai saat ini, kincir angin tersebut masih berfungsi baik mengendalikan air di daerah tersebut.





 


Gorinchem: Day 2

Hari ini kami diajak menengok  Oma Dora yang tinggal di flat khusus orang-orang tua yang letaknya dekat dengan flat kami dan Piazza. Anak-anak kalau tidak dipaksa keluar, mereka lebih suka di flat dan selimutan karena suhu di luar 3 derajat dan matahari ngumpet terus selama kami di sana.


 

Untunglah ada keponakan yang seusia Aya ikut jalan ke Piazza, sehingga anak-anak mau keluar dari kamar.






Gorinchem: Day 1

Hari pertama di Gorinchem, kami kesulitan menyesuaikan jam tidur kami. Karena terlalu lelah, kami sudah tidur jam 7 malam (sama dengan jam 2 malam wib saat itu atau jam 10 malam waktu Doha). Akibatnya, jam 2 malam kami sudah bangun dan kelaparan. Salah kami juga karena semalam kami tertidur terlalu cepat tanpa makan malam. Saya tidak mungkin ke flat mbak Elly malam-malam dan minta dibukakan pintu untuk mengambil makanan di sana. Jadi, kami harus menunggu pagi untuk pergi ke Piazza Plaza di seberang flat yang baru buka jam 8 pagi.




Akhirnya jam 8 pagi mbak Elly muncul dan mengajak saya beli roti untuk sarapan. Supermarket di Piazza menyediakan banyak pilihan roti dan croissant yang relatif murah. Misalnya 1 euro bisa mendapat 4 donat atau 4 croissant. Pelajaran dari papanya anak-anak saat di luar negeri, jangan mengkonversi nilai uang ke rupiah saat berbelanja, karena bisa-bisa kita batal beli.




So, hari pertama di Gorinchem kami gunakan lebih banyak untuk beristirahat, menyesuaikan tubuh dengan jam Gorinchem dan bertemu saudara-saudara yang mampir ke flat kami.


Day 3: Doha to Amsterdam

Sebenarnya kurang tepat kalau hari ke 3 ini disebut explore Doha, karena sebenarnya hari ke 3 ini adalah perjalanan kami menuju airport untuk melanjutkan perjalanan ke Belanda. Jadi sebenarnya lebih tepat diberi judul, menikmati suasana di Hammad International Airport, hahahaha...




Yang menarik dari perjalanan kami selanjutnya ini, adalah bagaimana kami menyiapkan pakaian yang nyaman saat di Doha (suhu sekitar 18 - 20 derajat) sekaligus menyiapkan pakaian hangat saat sampai Schiphol Airport yang dingin dengan suhu dibawah 5 derajat.

Jam 13.15 Qatar Airways mendarat di bandara Schiphol Amsterdam dan kami dijemput oleh saudara sepupu saya sudah tinggal puluhan tahun di Belanda.




Lalu perjalanan menuju kota Gorinchem, tempat saudara-saudara kami tinggal, dimulai. Kami menempuh sekitar 1 jam perjalanan untuk sampai flat tempat Mbak Elly tinggal. Di sana kami menempati flat milik Om Thony yang tinggal di lantai 1 sementara mbak Elly tinggal di lantai 2.